Dituduh Tak Senonoh Kepada Pemohon SIM, Kompol N Mengaku Dimintai Damai Senilai Rp 200 Juta


Makassar - Mantan Wakapolres Takalar Kompol N mengaku perempuan yang memiliki inisial A yang melaporkan tuduhan pelecehan seksual itu menuntut uang Rp 200 juta. Namun menurut Kompol, uang tersebut tidak diberikannya.

Kompol N mengaku bingung dengan pemberitaan viral bahwa ia mencabuli A di kantor Polres Takalar. Kemudian dia meminta pamannya untuk menemui keluarga A dan meminta A untuk menjelaskan kenapa A memfitnahnya.

Dalam rekaman yang dikirim Kepala Humas Polda Sulsel Ibrahim Tombo, Kamis (15/10/2020): "Beberapa hari lalu, keluarga paman saya mengunjunginya. Dia mendatangi rumah kakaknya A.," kata Kompol N.


Menurut Kompol N, keluarga atau kakak wanita A meminta uang damai Rp 200 juta. Masih menurut pengakuan Kompol N, jika uang tersebut diberikan, A tidak akan lagi mempermasalahkan laporan pencabulan terhadap dirinya.


"Saudaranya itu dia bilang, 'Yang penting bagi Rp 200 juta, ini jam, ini detik ini ada, adik saya itu dia akan damai dan tidak akan mempermasalahkan'," ujar Kompol N.


"Belum (saya kasih Rp 200 juta) karena saya tidak mampu," imbuhnya.


Setelah pertemuan pamannya dengan keluarga A, Kompol N langsung mempertimbangkan untuk tidak memberikan Rp 200 juta kepada A. Sebab, dia mengaku tidak memiliki uang.


"Itu kakak kandungnya itu perempuan yang mengaku datang ke ruangan saya, atas nama A. Dan ini fakta ini, bahwa dia didatangi sama keluarga saya (minta Rp 200 juta)" ujarnya.


Perlu dicatat, kasus dugaan pelecehan seksual Kompol N terhadap perempuan berinisial A saat ini sedang ditangani Polda Sulsel. Dalam hal ini Kompol N juga dicopot dari jabatannya sebagai Wakapolres Takalar.

sumber

Belum ada Komentar untuk "Dituduh Tak Senonoh Kepada Pemohon SIM, Kompol N Mengaku Dimintai Damai Senilai Rp 200 Juta"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel