Skip to main content

Deretan Investasi Bodong Menggunakan Skema Ponzi Mirip Vtube

Skema ponzi atau skema piramida adalah metode transaksi penipuan yang paling banyak digunakan. Kasus penipuan ini dikenal sebagai investasi penipuan karena menggunakan skema ponzi.

Skema ponzi sudah umum di Indonesia. Skema ini sering disebut dengan gali lubang dan tutup lubang karena keuntungan yang diperoleh seorang investor harus ditutup dari investasi orang lain atau anggota baru.

Belakangan ini penonton diramaikan dengan aplikasi Vtube. Banyak orang bahkan artis Indonesia yang terlibat dalam pemasaran penggunaan aplikasi tersebut yang dikritik karena mirip dengan skema ponzi.

Banyak orang yang merasa khawatir dengan cara kerja aplikasi Vtube karena sangat mirip dengan skema Ponzi. Meskipun tuduhan itu dibantah oleh pihak Vtube. Skema ponzi atau piramida ini telah terjadi dan mengejutkan negara dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan catatan admin, berikut sederet kecurangan investasi skema ponzi di Indonesia:

1. MeMiles

Kasus MeMiles banyak dibicarakan sepanjang tahun ini. MeMiles menjanjikan mobil Lexus RX 300 yang harganya sekitar Rp 1,3 miliar.

Para investor Memiles dijanjikan hanya dengan topup sebesar Rp. 30 juta bisa mendapatkan mobil tersebut. Selain Lexus, MeMiles juga menjanjikan bonus berupa Lamborghini dengan top up Rp. 100 juta.

Sebelumnya kepada wartawan media, MeMiles diklaim sebagai aplikasi berbasis periklanan. Kegiatan pembelian slot iklan di aplikasi MeMiles ini disebut oleh anggota sebagai top up atau sekedar menyimpan dana.

Akumulasi simpanan para anggota ini secara keseluruhan disebut sebagai omset nasional. Cara ini dianggap skema ponzi, karena memberikan keuntungan kepada investor dari uangnya sendiri atau dibayarkan oleh investor berikutnya.

Pendiri Memiles Kamal Tarachand sempat sempat ke Polda Jawa Timur bersama tiga rekannya, meski kini sudah dibebaskan.

2. First Travel

Satgas Waspada Investasi menghentikan kegiatan First Travel karena diduga merugikan masyarakat karena berdisi dengan sistem ponzi. Oleh karena itu, Kementerian Agama kini telah mencabut izin operasi perusahaan.

First Travel memberangkatkan banyak peziarah pertamanya dengan uang bagi mereka yang mendaftar setelahnya. Kasus ini sudah bergulir sejak 2017.

Dalam kurun waktu tertentu, jamaah First Travel berkurang. Alhasil, uang untuk jemaah baru tidak cukup untuk menyekolahkan jemaah sebelumnya.

3. Q-Net

Q-Net terindikasi melakukan penipuan berkedok investasi dengan menjalankan skema multilevel marketing. Kasus ini sempat ramai pada pertengahan 2019.

Modus Q-Net adalah merekrut banyak anggota baru. Anggota dijanjikan bahwa setiap tiga kali lipat dari setiap kaki kiri dan kanan pada skema MLM mereka akan mendapatkan US $ 250.

Bahkan anggota baru dijanjikan mendapat Rp. 11 milyar dalam satu tahun dengan syarat anggota ini rajin bekerja.

Namun Satgas Waspada Investasi telah mengeluarkan siaran pers yang menyebutkan entitas investasi ilegal di Indonesia, salah satunya adalah PT Amoeba International yang terafiliasi dengan PT Q-Net.

Comment Policy: Silahkan berkomentar sesuai topik pada postingan diatas. Komentar yang berisikan tautan ke halaman lain akan ditinjau terlebih dahulu.
Buka Komentar