Bamus Betawi Kritik Abu Janda Sebarkan Hoax Anies Soal ACT: Provokasi!

Admin

Ketua Umum Badan Permusyawaratan Betawi (Bamus), Riano P Ahmad mengecam keras tindakan Permadi Arya atau Abu Janda yang mengunggah video Anies Baswedan tentang ACT. Riano menyebut ulah aktivis media sosial itu keterlaluan dan berbahaya.

"Ini jelas fitnah jahat terhadap Anies untuk menyebarkan provokasi. Karena video hoax itu sengaja dibuat dan disebarluaskan ke publik. Ini tidak boleh dibungkam," kata Riano dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/7/2022).

Karena itu, Riano mendesak polisi segera memproses hukum Abu Janda, seperti mengusut kasus hoax atau UU ITE lainnya. Apalagi, kata dia, Abu Janda berkali-kali melontarkan pernyataan kontroversial yang menimbulkan kehebohan.

“Jangan sampai masyarakat mendapat kesan bahwa polisi bertindak dengan standar yang tidak konsisten dan subjektif. Karena inkonsistensi dalam menerapkan hukum akan merusak rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap aturan hukum itu sendiri,” ujarnya.

"Sementara banyak kasus serupa yang segera diproses hukum. Sedangkan orang ini (Abu Janda) belum mendapatkan hukuman," tambahnya.

Riano kemudian mengaitkan video hoaks Abu Janda dengan kasus serupa yang baru-baru ini menimpa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo. Dimana, polisi langsung bergerak cepat terkait kasus meme hoax stupa Candi Borobudur yang diedit mirip Presiden Jokowi yang diunggah di media sosial Roy Suryo.

"Jadi menurut saya wajar jika masyarakat berpikir ada standar ganda dalam kasus Abu Janda. Petugas dianggap tidak konsisten dengan beberapa kejadian serupa yang pernah terjadi sebelumnya, yang langsung diproses secara hukum," katanya.

Oleh karena itu, Bamus Betawi meminta aparat penegak hukum bertindak lebih tanggap dalam menyikapi kasus video hoaks Abu Janda.

"Kami sangat keberatan. Anies adalah pemimpin warga Jakarta dan tidak boleh dijadikan mainan. Kami Bamus Betawi meminta pasal-pasal penyebaran berita bohong dan UU ITE digunakan secara merata untuk semua orang," pungkasnya.

Riano pun membeberkan rencana polisi Abu Janda atas kasus penyebaran hoaks terhadap Anies Baswedan. Saat ini, tim hukum Riano dan Bamus Betawi sedang mengkaji kasus tersebut.

"Ya (ada rencana melapor). Kami sudah meminta tim hukum atau LBH Bamus Betawi untuk mengkaji dan mengkaji kasus hoaks tersebut sebagai dasar untuk melaporkannya ke pihak berwajib," tegasnya.

Seperti diketahui, aktivis media sosial Permadi Arya atau Abu Janda mengunggah video pidato Anies Baswedan yang diedit sehingga seolah-olah Gubernur Ibu Kota berbicara bahwa pekerjaan ACT hanya untuk mencari keuntungan.

Video pidato Anies diunggah Abu Janda di akun Instagram miliknya, @permadiaktivis2. Terlihat pada Kamis (7/7), unggahan videonya tentang Anies telah disukai lebih dari 12 ribu pengguna Instagram.

"Pak @aniesbaswedan menjelaskan sistem ACT. The Cuan Continuous Action (Parody) akhirnya menjadi jelas setelah Pak Anies menjelaskannya. Minum kopi ya guys. Parodi = humor bermain untuk lelucon lucu," tulis Abu Janda dalam keterangan video .

Berikut pernyataan Anies dalam video unggahan Abu Janda:

“Undang-undang itu membuat sistem dimana yang kekurangan memberi kepada yang memiliki, yang membutuhkan memberi kepada yang memiliki kelebihan, sistem ini pendekatan yang sangat menarik dan ini contoh inovasi profit tapi insyaallah ini selalu untuk kemaslahatan. , " itulah yang dikatakan Anies dalam video yang diunggah Abu Janda.

Video tersebut diedit dari video yang ditayangkan di kanal YouTube ACT pada 2 Mei 2020. Dalam video yang diunggah ACT, isi pidato Anies berbeda dengan video yang diunggah Abu Janda. Berikut pernyataan lengkap Anies dalam video yang diunggah ACT:

“Undang-undang itu segera bertindak, bertindak segera, menciptakan sistem dimana yang punya, memberi kepada yang membutuhkan. Yang kelebihan memberi kepada yang membutuhkan. Sistem ini pendekatan yang sangat menarik. Karena tidak melalui negara, tapi melalui antar masyarakat. Oleh karena itu, izinkan saya mengajak seluruh warga Jakarta, Jakarta telah memberikan banyak hal kepada kita semua, kini saatnya kita kembali berdonasi untuk Jakarta,” ujar Anies.

“Saatnya kita mengembalikan sebagian dari apa yang kita dapatkan karena kita berada di kota ini. Beberapa dari mereka sangat membutuhkannya. Makanya ketika program ini dipresentasikan beberapa hari yang lalu kita di Pemprov DKI harus ikut mendukung ini. programnya,” kata Anies.

Komentar Anies tentang manfaat dalam video ACT berbeda seratus delapan puluh derajat dari unggahan Abu Janda. Berikut pernyataan lengkap Anies tentang manfaatnya:

“Dan saya berharap ACT tetap melanjutkan prinsip-prinsip good governance yang dimiliki ACT selama ini yang besarnya karena amanah yang sangat terjaga, amanah yang dipercayakan dari masyarakat itu ribuan, puluhan ribu, bahkan mungkin ratusan. ribu, yang dipercayakan kepada ACT.