Penutupan 12 Holywings Tidak Meningkatkan Elektabilitas Anies Baswedan

Admin

Jakarta - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyatakan, penutupan 12 gerai Holywings Jakarta tidak serta merta meningkatkan elektabilitas Gubernur DKI Anies Baswedan. "Formula E saja tidak ada pengaruhnya," katanya saat dihubungi, Sabtu 2 Juli 2022.

Oleh para pendukungnya, nama Anies kerap digadang-gadang sebagai calon presiden 2024. Bahkan, sejumlah warga sudah mendeklarasikan diri sebagai relawan yang siap menggantikan Anies di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Menurut Adi, ajang balap mobil listrik Formula E dan pendirian Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara memang berhasil mempopulerkan Anies. Nama Anies menjadi perbincangan publik.

Namun, kedua proyek tersebut tidak meningkatkan elektabilitas Anies. Elektabilitas Anies, lanjut Adi, belum mampu mengalahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. "Elektabilitasnya masih dia (Anies) belum pindah," katanya.

Penutupan 12 outlet Holywings

Sebelumnya, 12 kafe Holywings Jakarta ditutup karena masalah dokumen perizinan. Pemprov DKI kembali mengecek izin seluruh gerai Holywings di ibu kota pasca-promosi kontroversial minuman beralkohol untuk warga bernama Muhammad dan Maria.

Adi menilai alasan izin itu mudah dibantah. Sebab, jika izin usaha Holywings bermasalah, seharusnya Pemprov DKI tidak mengizinkan tempat hiburan itu beroperasi sejak awal. Terlebih lagi, manajemen Holywings telah melanggar aturan tentang keramaian.

Untuk itu, dia menduga, Anies menutup 12 Holywings di Jakarta karena tekanan publik. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dinilai sensitif dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang dilekatkan dengan promosi minuman keras alias alkohol Holywings.

"Pak Anies menangkap pesan politik publik bahwa Holywings harus ditutup. Ini masalah SARA, bukan karena orang lain," jelas Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu.